Tampilkan postingan dengan label Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

Mengetahui status gizi balita anda

status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih).


Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak.

Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan. Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan.

anak_gizi_baikMenurut ahli gizi dari IPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk.

Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics).

Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.

Bedanya dengan balita, status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak.

Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu.

Menurut Prof. Ali, untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

anak_gizi_burukBalita penderita gizi kurang berpenampilan kurus, rambut kemerahan (pirang), perut kadang-kadang buncit, wajah moon face karena oedema (bengkak) atau monkey face (keriput), anak cengeng, kurang responsif. Bila kurang gizi berlangsung lama akan berpengaruh pada kecerdasannya.

Penyebab utama kurang gizi pada balita adalah kemiskinan sehingga akses pangan anak terganggu. Penyebab lain adalah infeksi (diare), ketidaktahuan orang tua karena kurang pendidikan sehingga pengetahuan gizi rendah, atau faktor tabu makanan dimana makanan bergizi ditabukan dan tak boleh dikonsumsi anak balita.

Kurang gizi pada balita dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik maupun mentalnya. Anak kelihatan pendek, kurus dibandingkan teman-temannya sebaya yang lebih sehat. Ketika memasuki usia sekolah tidak bisa berprestasi menonjol karena kecerdasannya terganggu.

Untuk mengatasi kasus kurang gizi memerlukan peranan dari keluarga, praktisi kesehatan, maupun pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas Posyandu, jangan hanya sekedar untuk penimbangan dan vaksinasi, tapi harus diperbaiki dalam hal penyuluhan gizi dan kualitas pemberian makanan tambahan, pemerintah harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat agar akses pangan tidak terganggu.

Para ibu khususnya harus memiliki kesabaran bila anaknya mengalami problema makan, dan lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari bagi anaknya. Anak-anak harus terhindar dari penyakit infeksi seperti diare ataupun ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Semua nutrisi penting bagi anak dalam usia pertumbuhan. Prof. Ali berpesan untuk memperhatikan asupan sayur dan pangan hewani (lauk pauk), konsumsi susu tetap dipertahankan, jangan terlalu banyak makanan cemilan (junk food) yang akan menyebabkan anak kurang nafsu makan. Perhatikan juga asupan empat sehat lima sempurna dengan kuantitas yang cukup.

Selanjutnya

Kamis, 24 Desember 2009

Prematur antara aku, kau dan ibu mu


Kutulis, pada hari ini. Untuk mengingatkan tentang kelahiran si premature yang kini sudah beranjak balita.

Kelahirannya sendiri pada bulan april hari ketiga, sekitar jam 20.00 wib, istri merasakan sakit. Tanda-tanda awal, menjelang kelahiran. Namun usia kandungan masih terlalu dini, kami tidak menyangka begitulah Allah SWT, dengan segala kelengkapan-Nya menguji kami.

Semua, modal untuk bekerja habis… bukan untuk foya-foya dalam pesta pernikahan. Tapi ada sesuatu yang membuatku selalu takut… untuk membicarakannya. Terlalu pedih, terhujat dan sengsara…

Namun aku berusaha tersenyum, kuat, dan tegar. Semua adalah peringatan…

Kelanjutan kisah masa persalinan akan kutulis pada bagian lain, kali ini aku mengajak berbagi pengalaman ketika mengurus bayi premature.

Mari bertanya pada pakarnya, tetapi aku waktu itu tidak memiliki sama sekali selembar “do it’s” bayangkan. Masa-masa menjelang persalinan bikin bingung kan…

Hanya satu yang ku punya, pasrah. Semoga suatu saat menemukan, jalan keluar karena aku yakin Allah SWT, tidak akan pernah membiarkan umatnya sengasara, pasti ada liang ampunan. Tapi bagaimana dengan kita? Sesame manusia, Tanya kenapa ??? ntar kebanyakan koment urusan jadi payah. Maklum namanya juga “Merdeka Tapi Bingung !!!”.

Pendek kata, anakku yang agak payah itu <> kami semua sangat khawatir. Istriku tampak kelelahan, pucat dan lemah.

Anakku yang terlihat biru ke hitam-hitaman pada bibir dan telapak kaki dan tangan membuat aku semakin tak menentu. Bingung dan betul-betul depresi berat… udah bokek masalah lagi…

Lagi-lagi semua kuserahkan pada-Nya, dan aku bisikkan “Kau harus bertahan anakku, sampai datang Bidan Desa”…, pamanmu tengah menjemputnya dengan Vespa bulukku di tengah jalan yang becek hancur lebur . Jaraknya tidak begitu jauh kira-kira 1 kilometer saja, namun ya itu tadi aku yakin si buluk akan tunggang langgang ketika di naiki di atas tanah liat.

( Bagian Satu )

Pengikut

Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Berlayar

Seperti air, seharusnya hidup memberi kehidupan bagi makhluk di dalamnya...

By Alexa

Review http://www.national-chev.blogspot.com on alexa.com