Jumat, 29 Januari 2010

Berdayakan Penyandang Cacat

Perhatian pemerintah terhadap penyandang cacat mulai berkembang. Berbagai upaya sokongan diberikan pemerintah dalam rangka pemberdayaan agar dapat berperan dalam mengisi pembangunan.

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan selama ini pemberdayaan telah dilakukan. Beberbagai program bantuan untuk penyandang cacat juga telah diberikan pemerintah melalui instansi terkait.

“Yang terpenting adalah pemberdayaan penyandang cacat, agar mereka mendapatkan pekerjaan layak. Kalau diberikan kesempatan mereka dapat berkarya dengan normal. Potensi dimanfaatkan untuk pembangunan, jangan dikonotasikan mereka tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali cacat berat,” jelas Christiandy usai menghadiri acara peringatan hari Internasional Penyadang Cacat (Hipenca) di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (29/12) kemarin.

Dia menambahkan, penyadang cacat mesti dimotiviasi supaya dapat mandiri. Berbagai upaya dilakukan termasuk melibatkan masyarakat luas dan pihak swasta.

Untuk pihak swasta melibatkan penyandang cacat dalam aktivitasnya pemerintah provinsi Kalbar memberikan motivasi berupa penghargaan. Dalam kesempatan peringatan Hipenca 10 perusahan di Pontianak mendapatkan penghargaan karena memberdayakan penyadang cacat.

“Dukungan swasta cukup banyak memberdayakan penyadandang cacat ini. Terbukti 10 perusahaan dapat pengharagaan. Kalau saja masing-masing perusahaan merekrut tiga penyandang cacat saja, itu sudah cukup banyak,” jelasnya.

Tentuk hal tersebut menurutnya harus memperhatikan potensi penyadang itu sendiri. Dengan bekal kemampuan dan keterampilan yang ada mereka tidak kalah dengan normal. Tinggal kesempatan yang diberikan oleh masing-masing perusahaan.

Tahun 2010 ini pemerintah memberikan Rp 300 ribu perbulan bagi penyandang cacat berat. Di Kalbar pemerintah baru dapat mengalokasikan sebanyak 420 orang dari 1.700an penyandang cacat yang terdata.

Selain itu pemerintah juga memberikan sejumlah kursi roda kepda penyandang cacat utnuk beraktivitas. Kesempatan itu baru dua daerah yang diberikan kursi roda yakni di Landak dan Bengkayang. Kursi roda tersebut diberikan kepada penyandang cacat berusia dibawah 15 tahun.

Kepala Dinas Sosial Kalbar, M. Junaidi mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan pemberdayaan penyandang cacat. Namun, dua tahun belakangan mereka memfokuskan pada pemberiaan bantuan beraktivitas.

“Bantuan usaha ada tapi sejak tahun 2007 telah dihentikan. Dua tahun belakangan fokus pemberdayaan untuk mereka beraktifitas, memberikan alat-alat untuk mereka berusaha,” jelasnya.

Selain itu jelasnya, ada upaya pemerintah memberikan keterampilan kepada penyandang cacat dengan melakukan rekrutmen pelatihan di Cibinong. Disana mereka diberikan keterampilan agar dapat mandiri nantinya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penyandang Cacat Kalbar, Suparlis mengungkapkan sejauh ini perhatian pemerintah dalam pemberdayaan penyandang cacat sudah cukup baik. Terbukti dengan dua tahun berturut pelaksanaan Hipenca di Pendopo Gubernur. Selain itu adanya bantuan usaha melalui Kelompok usaha bersama (Kube).

“Tapi tahun ini ditiadakan, mungkin pemerintah pusat sedang mencari format tepat untuk memberdayakan kami,” ujarnya.

Hanya saja dia menginginkan perhatian pemerintah terhadap penyandang cacat tidak hanya di tingkat Provinsi saja, tapi di kabupaten/kota. Karena penyandang cacat tersebar di seluruh Kalbar. (Ditulis oleh Rizky Wahyuni Rabu, 30 Desember 2009)

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Berlayar

Seperti air, seharusnya hidup memberi kehidupan bagi makhluk di dalamnya...

By Alexa

Review http://www.national-chev.blogspot.com on alexa.com