Kamis, 12 Februari 2009

Datuk (eyang) Bertahan di Usia 103 Tahun



Bernama Saerah, saksi sejarah 3 jaman. Sanggau Ledo.
Pernah mengalami hidup semasa kesulatanan Sambas, Penjajahan Belanda, dan Jepang.
Meski sekarang beliau telah tiada, namun bagiku layak di kenang. Karena pribadi beliau yang sangat sederhana dan tidak neko-neko dalam menjalani hidup ini, bayangkan se-renta itu masih sanggup pergi ke hutan untuk mencari ranting kayu, sebagai kayu bakar. Padahal hari masih sangat buta jam empat subuh, kabut masih pekat menyelimuti perbukitan.
Seperti lainnya, beliau cuma makan sirih yang di racik dengan cara di tumbuk dalam “orak-orak” nama alatnya. Tabung terbuat dari bamboo, pada pantatnya di lapis kayu, alunya linggis kecil dari pipa besi yang ujungnya pipih mirip obeng minus, hal ini di karenakan gigi beliau sudah tidak utuh semua. Sehingga kekuatan untuk mengunyah hanya mengharapkan sisa-sisa serpihan gigi yang usang. Tapi cukup kuat terbukti “ngampak pinang kla-kak-kuk-nye…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Berlayar

Seperti air, seharusnya hidup memberi kehidupan bagi makhluk di dalamnya...

By Alexa

Review http://www.national-chev.blogspot.com on alexa.com